Senin, 24 Januari 2011

Bencana Marak, KNPI Ajak Pemuda Peduli Alam


K. Yudha Wirakusuma - Okezone

Akibat Gunung Merapi Meletus
JAKARTA - Berlakangan ini Indonesia kerap dilanda berbagai macam bencana alam, mulai dari gempa dan tsunami di Mentawai, banjir bandang Wasior hingga banjir rob yang terjadi di Jakarta Utara.

Terkait hal tersebut, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Ahmad Doli mengajak pemuda Indonesia agar dapat lebih peduli terhadap alam di Indonesia.

"Ya ini kan kita mau menunjukkan bahwa pemuda Indonesia jangan hanya peduli masalah yang selama ini sering dilakukan seperti politik, ekonomi, dan hukum. Tapi lebih arti itu, kita juga harus peduli terhadap rumah tinggal kita, alam kita," ucapnya dalam rilis yang diterima okezone, Senin, (24/1/2011).

Jadi,sambungnya, tidak ada gunanya memforsir terhadap isu-isu segala macam. "Kalau nanti bumi kita hancur, semuanya rusak. Kita bisa lihat banjir rob datang, tsunami, agenda ekonomi politik semuanya hancur. Oleh karena itu, mulai sekarang kita harus peduli," ajak Doli.

Dia menambahkan, berbagai macam bencana alam adalah sinyal dari Tuhan Yang Maha Kuasa. "Dulukan manusia dicoba dengan perang, perebutan kekuasan. Sekarang perang nggak ada lagi, tantangan dengan alam. Alam sudah tua, sudah mulai berat bebannya. Kita harus siap bumi harus dijaga dengan baik," paparnya.

Sebab itu, KNPI berencana melakukan kegiatan seperti penanaman 1 miliar pohon yang dicanangkan di seluruh dunia. Agenda ini harus didukung oleh pemuda. "Nanti kita akan cari tempat, kita akan memulai di Jakarta. Kita akan buat taman hutan pemuda di dunia, termasuk menanam pohon bakau di bibir pantai," tukasnya.(ram)
Bagi Pengguna Ponsel, BlackBerry Nikmati Berita Terkini Di http://m.okezone.com

Minggu, 23 Januari 2011

Pondok LDII Blawe


Pondok Pesantren Blawe merupakan salah satu lembaga pendidikan Quran Hadist tertua di lingkungan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Pondok ini dirintis oleh seorang ulamaIslam asal Demak, KH. Zakaria, pada tahun 1900-an. Di bawah pengelolaan KH Nur Hasan Al Ubaidah pada tahun 1940-an Pondok ini dikembalikan pada ajaran Islam yang benar yaitu murni berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah, sebagaimana diterapkan oleh LDII saat ini.
Pondok LDII Blawe
Pada tahun 1973 Pondok Blawe dijadikan lembaga khusus pengajaran Hadist Bukhori sebelum akhirnya pada tahun 1985 semua pengajaran Hadist besar dipusatkan di Pondok LDIIBurengan. Tercatat beberapa ulama Hadist besar LDII (Paku Bumi), Seperti Ustad KH. Ichwan Abdillah, Ustad KH. Eko Ridwan, Ustad H. Sahel Mahfud dan Ustad H. Mustofa Royan adalah lulusan Pondok Blawe.
Saat ini Pondok Blawe membina sekitar 200 (dua ratus) orang santri putra dan putri yang sebagian besar berasal dari luar daerah. Pondok Blawe juga dijadikan pusat pembinaan caberawit, anak usia SD, yang jumlahnya lebih dari dua ratus anak. Tercatat dari tiga ribu warga desa Blawe, seribu orang adalah jamaah LDII. Di desa Blawe saat ini juga terdapat sepuluh mushalla jamaah LDII.
Komplek Pondok Blawe berada di tengah lingkungan pedesaan, dikelilingi lahan persawahan yang sejuk dan tenang, yang menjadi salah satu daya tarik santri menuntut ilmu Quran Hadist di sana. Alamat lengkap Pondok Pesantren Blawe adalah Desa Blawe Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri, Telpon (0354) 529626. Dalam pengajarannya Pondok Blawe hingga kini menggunakan pengantar Bahasa Jawa.
Peta Lokasi Desa Blawe
View Peta Lokasi Pondok LDII Blawe, Kab. Kediri in a larger map

Keutamaan Mengkaji Ilmu Al-Quran dan Al-Hadist


Hadist Shohih Bukhori Kitabu Ilmi Bab Fadhlil Ilmi

بَاب فَضْلِ الْعِلْمِ وَقَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى { يَرْفَعْ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُواالْعِلْمَ
 دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ }وَقَوْلِهِ عَزَّ وَجَلَّ { وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا }
Bab keutamaan Ilmu dan Firman Alla Ta’ala {niscaya Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.}Dan Firman Allah maha Mulya dan Maha Agung {dan katakanlah Wahai Tuhanku tambahkanlah padaku ilmu}
Al-Quran Surat Al-Mujadalah ayat 11
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ (11)
Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Hadist Sunan Abi Dawud no 2499 Kitabu Faroid
2499 – حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَمْروِ بْنِ السَّرْحِ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ زِيَادٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ رَافِعٍ التَّنُوخِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعِلْمُ ثَلَاثَةٌ وَمَا سِوَى ذَلِكَ فَهُوَ فَضْلٌ آيَةٌ مُحْكَمَةٌ أَوْ سُنَّةٌ قَائِمَةٌ أَوْ فَرِيضَةٌ عَادِلَةٌ
… dari Abdillah bin Umar bin al’ash, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda,”ILMU itu (yang wajib dicari) ada tiga dan apa-apa di luar tiga tersebut hanyalah kelebihan (tidak wajib diperlajari) ayat yang untuk menghukumi (Al-Quran) atau sunah yang ditegakkan atau ilmu faroid yang adil.
Al-Quran Surat Al-Isro’ ayat 36
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا (36)
Dan janganlah kamu mengerjakan apa yang kamu tidak mempunyai ILMU tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.
Al-Quran Surat Toha ayat 114
فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْآَنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُقْضَى إِلَيْكَ وَحْيُهُ وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا (114) *القران سورة طه اية 114
Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ILMU”.

Kamis, 06 Januari 2011

ORANG-ORANG YANG DI DOAKAN MALAIKAT I

Ketika membaca judul itu, hati saya bergidik. Saya merasa ada sesuatu yang terlewatkan. Apa itu? Yaitu kesempatan. Ya, sebuah kesempatan untuk terkabulnya sebuah doa. Atau untuk memperoleh doa yang mustajab.
Konon doa yang mustajab itu bisa berasal dari orang (makhluk), tempat dan waktu. Maksudnya ada waktu – waktu mustajab untuk berdoa, seperti sepertiga malam yang akhir dan sehabis sholat wajib. Juga ada tempat – tempat yang mustajab untuk berdoa, seperti ketika wukuf di arafah, di multazam, dan beberapa tempat lain di seputaran tanah harom. Nah, untuk orang atau makhluk yang mustajab doanya seperti doa kedua orang tua, doa para nabi, doa imam yang adil, doa orang yang teraniaya dan tentunya doa para malaikat. Nah, bagaimana cara memperoleh yang terakhir ini? Dari penelusuran yang saya lakukan saya mendapatkan puluhan jalan untuk mendapatkan doa para malaikat ini. Setiap hari bahkan.

Dari Ibnu Umar r.a., dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga Malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci”. (Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dalam Shahihnya)

Juga diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sucikanlah tubuh – tubuh ini, semoga Allah mensucikan kalian, karena tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci, kecuali seorang malaikat ikut bermalam dalam pakaiannya, dia tidak membalikkan badannya sesaat diwaktu malam kecuali malaikat itu berdoa, ‘Ya Allah ampunilah hambaMu yang tidur dalam keadaan suci’.” (Rowahu At-Thobroni di dalam Mu’jam al-Ausath dengan sanad jayyid)

Maksud suci di sini adalah mempunyai wudhu. Jadi ketika kita pergi tidur dalam keadaan masih mempunyai wudhu, berarti kita mendapat doa dari malaikat dan berarti mendapat ampunan dari Allah. Inilah tidur yang berpahala. Siapa yang tidak ingin meraih pahala ini?

Sayangnya jarang yang bisa mengamalkan (baca memilih amalan ini). Boro – boro mau menjaga wudhu, baca doa mau tidur saja kadang kelewatan. Lupa, walau versi pendek sekalipun. Apalagi yang panjang. Dan tak jarang, habis “amal sholih” langsung tek sek. Mendengkur tidur. (Habis enak sih) Malas untuk bersih – bersih dan wudhu dulu sebelum tidur. Padahal, haditsnya menganjurkan untuk wudhu dulu sebelum tidur. Ini sebagai keringanan untuk tidak langsung mandi junub. Tapi itulah manusia banyak pepeko dan tawar – menawar. Udah dikasih keringanan, maunya gratis. Dikasih hati ngrogoh rempelo. Cuma disuruh wudhu saja, tapi melupakannya. Iya toh…!

Nah, sebenarnya ringan kan? Kalau dipikir – pikir, gampang kan? Cuma menjaga wudhu tok loh. Oleh karena itu mari kita coba. Wudhu sebelum tidur atau masih dalam keadaan suci ketika berangkat ke tempat tidur. Sebab hasilnya pol; diampuni dosa – dosa kita. Dan malaikat yang mendoakannya, langsung ke Allah. Hebring kan…! Di saat kita tidur ada yang memintakan ampun. Rugi kalau tidak dicoba.
oleh: Faizunal Abdillah

Kamis, 30 Desember 2010

REFLEKSI AKHIR TAHUN (MEMBUKA HATI)....

 Suatu pagi di sebuah ruang kelas sebuah SD, dengan santai seorang guru bertanya pada murid-muridnya, ''Siapa yang sudah sarapan pagi ini?'' Kira-kira tiga per empat dari  40 murid mengacungkan tangan. Guru itu kaget sebab di luar dugaannya. Kemudian ia bertanya kepada anak-anak yang tidak mengacungkan tangan, ''Mengapa kalian tidak sarapan?'' Sebagian menjawab tak sempat karena sudah terlambat. Sebagian lagi mengatakan belum merasa lapar, ataupun tak menyukai sarapan yang disajikan. Semua memberikan jawaban senada kecuali satu anak. ''Karena,'' jawabnya, ''Sekarang bukan giliran saya.''
''Bukan giliranmu?'' tanya sang guru. ''Apa maksudmu?''
''Dalam keluarga kami ada empat anak,'' ujarnya, ''Tapi, ayah tak punya cukup uang untuk membeli makanan supaya tiap orang bisa sarapan setiap hari. Kami harus bergiliran, dan hari ini bukan giliran saya.''

Bagaimana respon Anda setelah membaca cerita di atas? Biasa saja? Meneteskan air mata? Iba? Atau hanya bilang, “Ah, itukan hanya cerita. Tak perlu dipusingkan, yang penting saya tidak mengalaminya.” Terus terang, pertama kali saya membaca cerita itu, tak sadar merembes air mata saya.  Cengeng, yah..mungkin ? Tapi, ada dua hal yang mengiringi perasaan saya waktu itu. Pertama rasa iba – trenyuh – kasihan terhadap nasib anak tersebut. Alangkah malangnya jika memang benar ada. Dan ternyata memang ada, walau entah dimana, bahkan di sekitar kita barangkali. Dan kedua rasa syukur, bahwa saya termasuk orang yang diberi nikmat Allah yang cukup, tidak mengalami hal itu. Hanya mendengar dan membaca saja. Tapi apakah yang akan kita perbuat dengan diri ini sebagai respon hal semacam itu? Cukupkah hanya dengan iba atau tetesan air mata? Ini yang lebih penting, sebelum semua terjadi dan terulang kembali, bahkan menimpa kita sendiri.

Cerita ini setidaknya bisa menjadi parameter awal sejauh mana kepekaan dan kepedulian hati kita terhadap lingkungan sekitar. Demikian juga dengan selaksa peristiwa yang sudah kita lalui di sepanjang tahun 2009 ini. Sudahkah itu menjadi bagian dari proses pengasahan kepekaan dan kepedulian hati kita, menjadi hati yang berkualitas? Mengetuk hati kita? Membuka hati kita untuk menjabarkan keimanan dalam bentuk kepedulian dan cinta - kasih yang nyata?

Salah satu cara praktis untuk mengembangkan kepekaan dan kepedulian adalah dengan menyadari akan penderitaan. Orang bilang, ada hikmah dibalik setiap mushibah atau penderitaan. Tidak cukup hanya dengan istirja dan doa saja. Sadar akan penderitaan -- entah itu penderitaan kita sendiri atau penderitaan orang lain -- akan membuat hati kita melunak dan terbuka. Dengan adanya energi kesadaran yang keluar dari hati, maka ada energi unggulan yang masuk yaitu benih – benih kepekaan dan kepedulian.

Kepekaan dan kepedulian adalah buah dari cinta. Ia cerminan samudra luas hati nurani. Orang – orang yang bisa mencintai diri sendiri, kemudian orang – orang terdekatnya akan mempunyai kepekaan dan kepedulian yang baik terhadap sekitarnya. Bagi yang belum sadar, mulailah perhatikan sekeliling dengan seksama. Bukankah orang tua Anda adalah orang yang rela mengorbankan hidupnya bagi Anda? Bukankah pasangan Anda adalah orang yang telah memilih menyerahkan hidupnya kepada Anda? Bukankah anak-anak Anda sangat mengagumi Anda dan merindukan kebersamaan dengan Anda? Bukankah pembantu Anda adalah orang yang mengabdikan hidupnya untuk melayani Anda? Teruslah perluas dengan mengamati orang-orang di sekitar Anda. Mereka semua memiliki penderitaan dan tantangan masing-masing. Namun mereka begitu perhatian dan sayang terhadap Anda. Setelah banyak menerima, kenapa begitu sulit untuk berbagi? Begitu banyak yang kita dapatkan, kenapa masih merasa segan untuk memberi?

Gerakan sejuta orang pendukung Bibit – Chandra, koin keadilan untuk Prita, sumbangan korban gempa adalah sebuah bukti nyata kepekaan dan kepedulian. Tempat – tempat latihan kepekaan. Seorang bijak pernah mengatakan, ''Ketika kamu melihat dirimu tidak berbeda dari orang lain, ketika kamu merasakan apa yang mereka rasakan, lalu siapa yang bisa kamu sakiti?'' Bukan hanya siapa yang bisa disakiti, tapi kita justru merasakan ketika mereka sakit. Menuju kaljasadil wahid. Dan akhirnya, yang ada hanya kebaikan dan kebaikan. Hidup penuh kesyukuran. Ukuran kepedulian dan kepekaan adalah pemberian, sekecil apapun bentuknya. Keberhasilannya ditentukan oleh seberapa besar cinta kasih yang kita sertakan dalam pemberian itu. Meminjam kata – kata bijak dalam memoar pemenang Nobel Perdamaian asal Índia, ''Yang penting bukan seberapa besar yang kita perbuat, melainkan seberapa besar cinta kasih yang kita sertakan dalam perbuatan kita. Dalam hadist yang diriwayatkan Aisyah, Nabi SAW ditanya, “Amalan apakah yang lebih dicintai Allah?” Nabi SAW menerangkan yaitu kekalnya amalan walaupun sedikit. (Rowahu Ibnu Majah) Dalam hal ini tersirat bahwa dalam menjalankan ibadah dengan tingkat rutin &/ kekal, pasti disertai totalitas diri dan rasa senang – cinta yang besar yang selalu menyertai dalam setiap mengerjakan amalan itu. Non sense, tanpa rasa senang dan cinta bisa mencapai tingkat kekekalan seperti itu.

Menilik serangkaian peristiwa sepanjang tahun 2010 ini dan membidik apa yang bisa kita perbuat ke depan, sebagai refleksi di akhir tahun ini, rasa - rasanya aras kepedulian dan kepekaan kita terhadap sekitar, sebagai pengejawantahan keimanan, perlu segera ditumbuh - kembangkan dan dipupuk terus keberadaannya. Tak lain untuk meningkatkan kualitas hati, membuka hati agar menjadi an-naqiyyu at-taqiyyu, yang bersih, jernih, berisi penuh cinta - kasih dan luber kesyukuran. Dimana siangnya mencurahkan kepedulian dan kasih sayang kepada sesama, sedangkan malamnya berduaan dengan Yang Kuasa. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Salam ra., Rasulullah SAW bersabda:"Wahai manusia! Sebarkanlah salam, berilah makanan, sambunglah family dan shalatlah ketika manusia lain tengah tertidur; niscaya kamu akan masuk surga dengan selamat." (Rowahu at - Tirmidzi).

Begitu indah dan dahsyat bukan hadits di atas? Salah satu jalannya adalah dengan membuka lebar hati.

Oleh:Ustadz.Faizunal Abdillah

Sabtu, 25 Desember 2010

LDII GO GREEN INDONESIAKU From MAKASAR

Makassar (ANTARA News) – Lembaga Dakwah Islam Indonesia LDII memusatkan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Makassar dengan penanaman 100 pohon persahabatan pada 21 Juni 2010.


“Seluruh perwakilan DPD LDII dari 33 provinsi, termasuk enam penerima penghargaan yang berprestasi dalam pelestarian lingkungan akan hadir di Makassar,” kata Ketua LDII H Prasetyo Sunaryo di Makassar, Sabtu.

Menurut dia, kegiatan “LDII Go Green” di kota “Anging Mammiri” ini, diawali dengan penanaman pohon persahabatan oleh Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, Kementerian Lingkungan Hidup dan pengurus DPP dan DPD LDII di Jalan Berua Raya, Daya, Makassar.

Dia mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dalam memberikan stimulus kepada masyarakat untuk memperbaiki kondisi lingkungan yang semakin menurun dan memicu terjadinya pemanasan global.

“Gerakan penghijauan ini untuk menjaga kelestarian lingkungan yang berkelanjutan melalui reklamasi dan revegetasi berwawasan religi, karena menjaga lingkungan itu merupakan bagian dari dakwah menyerukan kebajikan,” katanya.

Selain kegiatan menanam pohon, katanya, DPP LDII akan memberikan penghargaan kepada warga LDII yang berprestasi dalam pelestarian lingkungan, di antaranya H Budirama Natakusuma (penggagas biopori dan car free day DKI Jakarta), Hj Erni Suhaina Fadzri Nandang (penerima Upakarti 2008 dan Rekor Muri untuk pemanfaatan limbah non B-3 untuk pakaian dan dekorasi pesta pernikahan) dan Supri (penerima Kalpataru).

Agenda lainnya pada hari yang sama adalah sarasehan konservasi lingkungan pada 21 Juni 2010 di Graha Pena, Makassar yang menampilkan pembicara utama Sekretaris Menteri Lingkungan Hidup dan Emil Salim, mantan Menteri Lingkungan Hidup.

“Khusus aksi penanaman pohon ini yang bertujuan untuk menekan terjadinya pemanasan global yang juga berdampak pada perubahan iklim, diharapkan diikuti dengan upaya pemeliharaan pohon yang telah ditanam oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara target pohon jenis sambit yang dikenal dengan istilah pohon ba`do oleh warga setempat, Prasetyo yang didampingi Ketua DPD LDII Sulsel H Haryanto mengatakan, ditargetkan mencapai satu juta pohon yang penanamannya akan dilakukan secara bertahap.(*)(T.S036/R009)